Amerika Serikat, misalnya, menempati peringkat kedua tertinggi di dunia untuk parental burnout, setelah Belgia. Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 17.000 orang tua di 42 negara menunjukkan bahwa budaya individualistis, yang sangat menekankan pencapaian pribadi, perfeksionisme, dan kemandirian, berkontribusi pada tingkat burnout yang lebih tinggi.
Tekanan untuk menjadi orangtua yang “sempurna” menjadi salah satu pemicu utama, tidak hanya menyebabkan parental burnout tetapi juga memengaruhi kesehatan mental anak. Dorongan untuk mengembangkan “modal manusia” dan nasihat pengasuhan yang tak henti mengubah anak-anak menjadi semacam “proyek investasi”, menambah beban pada orang tua. Industri pengasuhan anak bernilai miliaran dolar, dengan berbagai gadget, aplikasi, mainan, hingga les ekstrakurikuler, semakin berkembang pesat karena kecemasan dan rasa bersalah yang dirasakan orangtua.
Di samping itu, biaya pengasuhan anak yang sangat tinggi, beban hipotek untuk tinggal di lingkungan dengan sekolah terbaik, dan biaya kuliah yang membebani orang tua dengan utang lebih besar daripada siswa itu sendiri, turut memperparah kondisi. Kekhawatiran finansial adalah salah satu faktor stres utama yang meningkatkan risiko burnout.
Kurangnya dukungan sistemik juga menjadi masalah besar. Di AS, minimnya cuti orangtua berbayar dan penitipan anak universal berkontribusi pada tingginya angka burnout. Dukungan eksternal yang terbatas, seperti dari penitipan anak atau keluarga besar, serta kesulitan meminta bantuan, juga menjadi faktor risiko signifikan.
Beberapa faktor individu dan keluarga juga berperan. Orangtua dengan riwayat kecemasan, depresi, ADHD, atau trauma lebih rentan mengalami burnout. Kesehatan mental anak juga memengaruhi; orangtua dengan anak yang memiliki kecemasan atau ADHD, atau yang hanya curiga anaknya sedang berjuang secara emosional, secara signifikan lebih mungkin mengalami burnout. Selain itu, ibu dan orangtua dengan banyak anak cenderung melaporkan tingkat burnout yang lebih tinggi, dengan puncaknya pada rumah tangga dengan dua atau tiga anak, dan meningkat lagi pada enam anak atau lebih.