Euforia yang ditimbulkan oleh kemenangan telak atas Jerman dan gol ikonik Beckham melawan Yunani segera berganti menjadi kekhawatiran, karena Inggris tergabung dalam ‘Grup Kematian’ yang ditakuti pada turnamen 2002, bersama musuh lama Argentina, Swedia—negara asal Eriksson—dan Nigeria yang sering menjadi momok.
Yang memperburuk keadaan, Beckham, Gary Neville, dan Steven Gerrard mengalami cedera serius di akhir musim klub, dan Eriksson mendapati dirinya menjadi berita utama di halaman depan dan belakang surat kabar Inggris karena berselingkuh dari pacar lamanya, Nancy Dell’Olio, dengan presenter televisi Ulrika Jonsson.
Dikhawatirkan kehidupan pribadi Eriksson akan mengganggu persiapan Inggris, dan pemilihan skuad akhirnya menuai banyak kritik. Ia memilih Wes Brown dan Danny Mills daripada Jamie Carragher dan Phil Neville di lini belakang, mengesampingkan Steve McManaman dan Frank Lampard dari lini tengah, serta hanya memilih lima penyerang, dengan Andy Cole mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional setelah tidak dipanggil.
“Ada kekhawatiran besar mengenai dari mana gol-gol akan datang,” kata mantan pakar Sky Sports dan mantan pemain internasional Skotlandia, Andy Gray, di BBC Radio Five Live. “Jika Michael Owen tidak dalam performa terbaiknya, lalu siapa cadangannya? Siapa yang akan melakukannya jika Michael tidak bisa?”
Eriksson dianggap bermain terlalu aman dengan delapan pemain bertahan, tetapi mengambil satu risiko besar dengan memasukkan Beckham, yang diberi waktu pemulihan enam hingga delapan minggu setelah mengalami patah kaki dalam kemenangan United di Liga Champions atas Deportivo La Coruna pada awal April.
Rehabilitasi sang kapten, serta arti kata metatarsal, menjadi bahan perbincangan para penggemar dan media hingga menjelang kick-off, dan bahkan setelahnya. Namun, Gary Neville dan Gerrard tidak mampu bermain meski menahan rasa sakit, dan pengganti Gerrard, Danny Murphy, juga mengalami patah kaki hanya delapan hari sebelum pertandingan pembuka Inggris, sehingga Trevor Sinclair dari West Ham dipanggil untuk mengisi posisinya. Kieron Dyer dan Nicky Butt juga mengalami cedera ringan, sehingga beberapa pakar berpendapat bahwa kampanye ini sudah ditakdirkan gagal bahkan sebelum dimulai.