Mengapa Senegal Tetap Diunggulkan Meski Tergabung di Grup Neraka?

Mengapa Senegal Tetap Diunggulkan Meski Tergabung di Grup Neraka?

Salah satu kekuatan terbesar Senegal terletak pada sistem pembinaan pemain mudanya. Negara dengan populasi sekitar 20 juta jiwa itu terus menghasilkan talenta-talenta hebat dalam jumlah besar.

Beberapa akademi terkenal seperti Generation Foot, Diambars, Dakar Sacre Coeur, hingga Casa Sports menjadi fondasi utama perkembangan sepak bola Senegal.

Dari akademi-akademi tersebut lahir nama-nama besar seperti Sadio Mane, Ismaila Sarr, Nicolas Jackson, Pape Matar Sarr, hingga Emmanuel Adebayor.

Bahkan, dari 28 pemain Senegal pada Piala Afrika 2025, sebanyak 13 pemain berasal dari akademi lokal Senegal.

Namun di balik keberhasilan itu, muncul pula kritik terkait hubungan bisnis antara akademi Senegal dan klub-klub Eropa. Banyak pihak menilai keuntungan terbesar justru dinikmati klub luar negeri yang merekrut pemain muda Senegal dengan harga murah sebelum menjualnya dengan nilai fantastis.

Pendukung Timnas Senegal, Mamadou Ndiaye, menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk ketimpangan ekonomi dalam sepak bola Afrika.

“Anak-anak muda memang mendapatkan pendidikan dan fasilitas bagus. Tetapi investor juga datang untuk bisnis. Mereka melihat bakat di sini, mengolahnya, lalu menjualnya ke Eropa,” ujar Ndiaye.