Di balik kembalinya Yamal, pertandingan melawan Tanjung Verde juga memunculkan pertanyaan besar mengenai ketergantungan Spanyol terhadap pemain muda tersebut.
Dalam dua tahun terakhir, peran Yamal semakin sentral dalam identitas permainan menyerang La Roja.
Ketika ia belum berada di lapangan, Spanyol terlihat kekurangan kreativitas dan kesulitan menemukan solusi untuk membongkar pertahanan lawan yang bermain rapat.
Situasi itu menjadi bukti bahwa tantangan terbesar Spanyol mungkin bukan sekadar mengembalikan Yamal ke kondisi terbaiknya.
Tim asuhan Luis de la Fuente juga perlu menemukan alternatif strategi dan pemain lain yang mampu menciptakan perbedaan saat pertandingan berjalan sulit.
Yamal memang memiliki kemampuan untuk mengubah jalannya laga dalam sekejap, tapi jika Spanyol ingin melangkah jauh di Piala Dunia 2026, mereka butuh lebih banyak pemain yang mampu menghadirkan momen-momen penentu selain sang wonderkid Barcelona.
Sumber: Barca Universal