FIFA menyatakan keputusan mengesahkan gol didasarkan pada analisis data dari chip sensor di bola resmi pertandingan (Connected Ball Technology). Setiap bola dibekali sensor IMU (Inertial Measurement Unit) yang mengirimkan data 500 kali per detik ke sistem VAR, mendeteksi setiap sentuhan dan pergerakan dengan akurasi milidetik.
Data tersebut dianalisis secara real-time oleh tim VAR untuk memberikan dasar objektif pada momen krusial. FIFA menegaskan tidak ada anomali pada pola data atau ‘detak jantung bola’ saat insiden terjadi di udara.
“Dalam insiden sebelum gol Inggris pada menit ke-45+2 melawan Norwegia, sensor dalam Bola Berhubung (Connected Ball) tidak menunjukkan sebarang kemuncak pada ‘denyutan bola’ ketika berada di udara. Oleh itu, tiada bukti bahawa bola terkena kabel di atas padang dan mengubah pergerakannya,” demikian pernyataan resmi FIFA.
FIFA juga mengingatkan bahwa teknologi serupa di turnamen ini sebelumnya telah digunakan untuk membatalkan gol, termasuk pada pertandingan antara Kroasia dan Portugal, sebagai bukti presisi dan keandalannya.