Jakarta –
Angel Di Maria menyebut masa-masa tidak menyenangkan selama memperkuat Manchester United disebabkan oleh hubungan yang buruk dengan pelatih Louis van Gaal. Meski begitu, ia tak menyesal pernah bermain untuk Setan Merah.
Hal itu diungkapkan legenda sepak bola Argentina itu dalam wawancara dengan BBC Sport, dirilis Selasa (26/5/2026). Hubungan Di Maria dengna Van Gaal memburuk karena menurutnya, sang pelatih tak pernah berkomentar positif padanya.
“Awalnya semuanya berjalan sangat baik. Semuanya berjalan lancar. Kemudian saya mulai memiliki masalah dengan Van Gaal dan dari situ semuanya berantakan,” ujar Di Maria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Maria yang bergabung pada musim panas 2014 seharga 59,7 juta Pound dari Real Madrid awalnya dikontrak lima tahun, namun ia memilih cabut setahun kemudian untuk bergabung dengan Paris Saint-Germain.
“Seperti yang saya katakan, saya memulai dengan sangat baik. Semuanya sempurna. Tapi kemudian tiba-tiba kami mulai banyak diskusi tentang semua kesalahan yang saya lakukan di lapangan,” katanya melanjutkan.
“Dia tidak pernah menunjukkan kepada saya apa yang saya lakukan dengan baik, hanya hal-hal negatif, berulang-ulang. Akhirnya saya muak.”
“Kehidupan di sana sangat berbeda. Hari menjadi gelap sangat cepat dan kemudian cuaca dingin mulai datang. Semuanya terus memburuk. Ada juga kasus perampokan di rumah saya.
“Ketika semua itu terjadi; ketika Anda tidak bermain, ketika keadaan tidak berjalan baik untuk Anda, ketika Anda memiliki masalah di dalam klub, itu akhirnya sangat memengaruhi Anda. Itu membuat saya membenci berada di sana.
“Saya juga pernah dirampok di Paris namun masih tinggal selama dua atau tiga tahun lagi, karena kehidupan di sana baik. Di Manchester, semuanya semakin memburuk. Saya ingin memprioritaskan keluarga saya dan itulah mengapa saya pergi.”
Di Maria lalu menolak ikut pramusim MU pada 2015 demi segera pindah. Ia memilih tinggal di Argentina.
Namun ia tak menyesal pindah ke MU. Karena ia memang ingin merasakan Premier League, ditambah gaji yang diberi MU juga besar.
“Tapi kalau bicara soal Premier League, suasananya, kehidupan di klub, jujur saja, saya merasa sangat senang karena ada orang-orang hebat di dalam klub yang selalu memperlakukan saya dengan baik, selalu mendukung saya dan membantu saya dalam segala hal. Untuk itu, saya bersyukur,” tambahnya.
“Itu adalah keputusan yang ingin saya buat. Saya ingin pergi ke MU. Sepak bolanya, tiba di stadion, suasananya, cinta dari para penggemar, saya tidak menyesalinya sama sekali. Bergabung dengan mereka sungguh luar biasa,” jelas Di Maria.
(adp/aff)