Perseteruan antara FC Barcelona dan Atlético Madrid memasuki babak baru. Pihak Atlético Madrid sangat marah atas pernyataan Julián Álvarez dan akan mengajukan keluhan resmi kepada FIFA terkait kontak yang tidak sah antara Barcelona dan pemain bintang asal Argentina tersebut, demikian dikonfirmasi klub kepada AS.
Álvarez menimbulkan kehebohan besar setelah pertandingan antara Argentina dan Austria. Penyerang tersebut menyatakan setelah pertandingan bahwa menurutnya, transfer akan menjadi ‘yang terbaik bagi semua pihak’. Menurut Fabrizio Romano, saat ini telah tercapai kesepakatan pribadi antara Álvarez dan FC Barcelona. Hal ini cukup mencolok, mengingat Atlético belum memberikan izin kepada Barça untuk bernegosiasi dengan penyerang berusia 26 tahun tersebut.
Di Atlético, peran Barcelona dalam situasi yang terjadi ini dipandang dengan curiga. Menurut sumber di dalam klub, ada pola yang sudah pernah mereka lihat sebelumnya. Hal ini merujuk pada transfer Antoine Griezmann, yang pada tahun 2019 pindah dari Atlético ke Barcelona.
Pihak Atlético menyatakan bahwa pada saat itu Barcelona juga menghubungi seorang pemain yang masih terikat kontrak. Hal itu terjadi pada saat klub tersebut masih aktif berlaga di Liga Champions.
Atlético menegaskan bahwa kepindahan Álvarez ke Barcelona sama sekali tidak mungkin terjadi. Pemain asal Argentina tersebut masih terikat kontrak hingga pertengahan 2030 dan klub tidak bersedia bernegosiasi mengenai biaya transfer. Transfer hanya mungkin terjadi jika seluruh biaya pelepasan dibayarkan.
Klausul tersebut mencapai angka yang sangat besar, yaitu 500 juta euro. “Tidak ada jumlah uang apa pun yang dapat membuat Barcelona membeli Julián. Dia tidak akan dijual ke Barcelona,” tegas pihak klub.
Atlético tidak tinggal diam dan mengajukan keluhan kepada FIFA terkait dugaan praktik yang tidak sah dari Barcelona.