Barcelona –
Xavi Hernandez menutup rapat-rapat peluang kembali ke Barcelona lagi. Xavi diberhentikan secara menyakitkan pada dua tahun silam.
Xavi merupakan salah satu figur ikonik Barcelona. Mantan gelandang top Spanyol itu memperkuat Barca selama 17 tahun, dan membuat lebih dari 500 penampilan serta memenangi 25 medali juara.
Setelah berganti peran sebagai juru taktik, Xavi mengembalikan Barcelona ke tangga juara Liga Spanyol di 2022/2023 gelar liga pertama klub dalam empat tahun. Namun, pada musim berikutnya Xavi sempat mengumumkan mundur seiring laju tersendat Robert Lewandowski dkk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya sekitar sepekan kemudian, Xavi Hernandez mengubah keputusannya untuk tetap lanjut dengan Barcelona sampai kontraknya berakhir. Namun, Barca malah memutuskan untuk memecat Xavi di musim panas 2024.
“Sekarang saya berpikir bahwa saya enggak akan pernah kembali ke Barca,” cetus Xavi kepada La Vanguardia. “Saya sudah menyelesaikan waktu saya sebagai seorang pemain dan pelatih.”
Xavi menuding Presiden Barcelona Joan Laporta dipengaruhi oleh penasihatnya, Alejandro Echevarria. Lebih lanjut, Xavi mengklaim Echevarria justru punya pengaruh terbesar di klub dalam pengambilan keputusan.
“Ya, sangat bagus [hubungan saya dengan Laporta-red], yang sebenarnya adalah saya bergabung Barcelona karena dia, tapi akhirnya dia justru mengecewakan saya,” lanjut pemenang Piala Dunia 2010 ini.
“Dia memecat saya sebagai pelatih tanpa mengatakan kepada saya yang sebenarnya, dipengaruhi oleh seseorang yang saya percaya punya kuasa di atas presiden, Alejandro Echevarria. Dengan kata lain, Alejandro-lah yang memecat saya,” ceplos Xavi.
(rin/krs)