Setiap lawan tentu harus dihadapi dengan caranya sendiri
Jakarta (ANTARA) – Pengamat sepak bola Indonesia Mohamad Kusnaeni memuji mental pemain timnas Indonesia U-17 (Garuda Muda) saat mengalahkan timnas Korea Selatan (Korsel) U-17 pada Piala Asia U-17 2027 di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Arab Saudi.
“Kunci kemenangan Indonesia U-17 adalah mental bertanding yang positif. Para pemain tidak takut menghadapi lawan yang punya reputasi besar,” kata Mohamad Kusnaeni ketika dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Dalam laga fase grup C Jumat (4/4) malam WIB, Garuda Muda berhasil mencuri kemenangan atas Korea Selatan lewat gol semata wayang Evandar Floresta yang menyambar bola tendangan penaltinya yang sempat ditepis kiper lawan.
Baca juga: Pengamat sebut kemenangan atas Korsel bukti Indonesia punya potensi
Kusnaeni mengatakan, secara permainan, Korea Selatan memang terlihat lebih matang. Mereka memiliki kerjasama tim yang rapih, keterampilan individu pemain serta taktik permainan yang cukup baik.
Ia mengatakan, Indonesia memang cukup diuntungkan saat banyak peluang lawan yang tersia-sia. Setidaknya ada tiga peluang Korea Selatan yang mengenai tiang atau mistar gawang.
Strategi Indonesia yang bermain cenderung bertahan dengan defend-counter, kata dia, sangat wajar karena yang dihadapi adalah Korea Selatan yang lebih diunggulkan dan termasuk langganan Piala Dunia U-17 dari Asia.
Menurutnya, pelatih timnas Indonesia U-17 Nova Arianto menyiapkan rencana permainan dengan cukup baik sehingga membuat para pemain mampu mempersulit lawan.
Kusnaeni berharap tidak ada pihak yang menuding permainan Indonesia U-17 terlalu bertahan. “Justru strategi defend-counter itu memang sengaja diterapkan coach Nova untuk meredam kekuatan dan mengimbangi permainan lawan,” katanya.
Baca juga: Indonesia kalahkan Korsel 1-0 pada laga perdana Piala Asia U-17
Dalam sepak bola, kata dia, apapun strateginya yang dimainkan, yang dilihat pada akhirnya adalah hasil akhir. Kemenangan 1-0 atas Korea Selatan U-17 membuktikan bahwa pilihan rencana permainan yang dibuat pelatih sudah tepat.
“Setiap lawan tentu harus dihadapi dengan caranya sendiri. Taktik defend-counter cukup efektif lawan Korea Selatan. Tetapi, laga berikutnya lawan Yaman dan Afganistan tentunya akan disikapi berbeda pula oleh pelatih,” katanya.
Kusnaeni merasa optimistis Indonesia memiliki peluang lolos dari fase grup. Hal yang paling penting, kata dia, bagaimana pelatih menyiapkan rencana permainan yang tepat untuk lawan-lawan selanjutnya.
Ia menambahkan, kemenangan atas Korea Selatan merupakan pencapaian yang bersejarah karena untuk pertama kalinya ajang resmi internasional.
Kemenangan tersebut, kata dia, juga membuktikan bahwa sepak bola Indonesia sesungguhnya memiliki potensi bibit pemain muda yang hebat. Hanya saja, belum sepenuhnya mampu mengembangkan potensi mereka ketika mulai beranjak ke level senior.
Baca juga: Evandra Florasta mengakugemetar saat menendang penalti
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2025