Jakarta (ANTARA) – Pemain PSIM Yogyakarta Roken Tampubolon tetap rendah hati meski dirinya berandil besar dalam lolosnya tim tersebut ke Liga 1 Indonesia musim depan menyusul dua gol krusialnya pada dua laga terakhir di Liga 2 Indonesia.
“Itu mungkin hanya sosial-sosial media saja. Saya bersyukur saja. Tapi intinya kalau bukan hanya saya, tapi juga semua pemain, semua coach, semua official, management, saya bisa sampai saat ini,” kata Roken setelah pertandingan final Liga 2 melawan Bhayangkara FC di Stadion Manahan, Solo, Rabu.
Sebanyak dua gol krusial yang menjadi catatan keseluruhan golnya bersama PSIM itu, yang pertama tercipta pada laga terakhir babak delapan besar saat golnya pada menit ke-87 mengantarkan Laskar Mataram lolos ke Liga 1 karena menjadi juara grup setelah menang 2-1 atas PSPS Pekanbaru.
Penampilan Roken berlanjut pada babak final penentuan juara Liga 2 dengan skor akhir 2-1. Bermain di di Stadion Manahan, Solo, Rabu, ia kali ini menjadi penentu juara lewat golnya pada menit ke-96.
Baca juga: PSIM kunci gelar juara Liga 2 di bawah guyuran hujan Stadion Manahan
Di musim ini, Roken juga mencetak dua assist untuk PSIM. Uniknya, dua assist ini juga terjadi pada laga-laga besar, yaitu babak delapan besar saat PSIM menang 2-0 atas Persiraja Banda Aceh dan menang 3-1 atas Deltras Sidoarjo.
Ketika ditanya bagaimana perasaannya mengantarkan PSIM ke kasta tertinggi setelah 18 tahun sejak 2007, Roken tak bisa berkata-kata.
“Saya tidak bisa berkata-kata lagi. Saya hanya mengucap syukur kepada Tuhan Yesus, saya bisa sampai di titik ini. Semoga ke depannya saya step by step lebih meningkat lagi permainan saya,” kata Roken yang pada musim lalu menjadi skuad Semen Padang lolos ke Liga 1 tersebut.
Setelah mengantarkan PSIM kembali ke kasta tertinggi, pemain 25 tahun itu ingin menikmati momen-momen juara ini. Dan apakah dirinya masih bertahan di PSIM musim depan, ia masih tak ingin berpikir lebih jauh.
“Saya tidak mau pikir itu. Saya masih ingin bersyukur tentang juara ini. Saya tidak mau pikir itu. Rezeki di mana aja ya. Kalau mau PSIM yang mau pertahankan saya, ya saya welcome,” tutup dia.
Baca juga: Pelatih PSIM: juara itu bonus, yang utama lolos Liga 1
Baca juga: Rafinha belum tentu berseragam PSIM musim depan
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2025