Sang gelandang tak punya pilihan selain meninggalkan klub yang ia cintai, dan banyak fans tak akan memaafkan Ruben Amorim karena membuatnya pergi.
Kurang dari setahun yang lalu, Kobbie Mainoo tampak menjadi masa kini dan masa depan bagi Manchester United dan timnas Inggris. Ia telah mencetak gol di final Piala FA dan membantu Inggris melaju ke final Euro. Namun sekarang, masa depannya di kedua tim tersebut berada dalam keraguan besar.
Dan alih-alih pertandingan besar Liga Primer atau kualifikasi Piala Dunia yang menanti, kesempatannya untuk jadi starter adalah di Piala Liga melawan tim League Two, Grimsby, yang secara mengejutkan menang 12-11 lewat adu penalti. Ini adalah sebuah kejatuhan yang drastis bagi seorang pemain yang belum lama ini dibicarakan dengan cara yang sama seperti Marc Guehi atau Cole Palmer. Sementara karier rekan-rekan setimnya di Inggris telah mencapai level baru, kariernya justru anjlok.
Sebuah klub baru diperlukan untuk membantunya kembali ke tujuannya, dengan kepindahan yang sebelumnya tak terpikirkan dari Manchester United kini terasa tak terhindarkan dan dianjurkan. Tetapi United perlu berpikir dengan sangat hati-hati untuk membiarkan permata yang sangat berbakat ini lepas dari genggaman mereka.