Jakarta (ANTARA) – Bhayangkara Presisi Lampung FC memetik empat kemenangan beruntun di BRI Super League 2025/2026 setelah mempermalukan tuan rumah Dewa United Banten FC 2-0 di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Minggu.
Sebelum mengalahkan Dewa, Bhayangkara yang diasuh pelatih Paul Munster itu menekuk dua tim asal Jawa Timur dalam laga tandang, yaitu Persebaya Surabaya 2-1 dan Persik Kediri 4-3. Setelah dua kemenangan itu, Bhayangkara menaklukkan Semen Padang 4-0 di kandang mereka sendiri.
Sebagai tuan rumah, Dewa lebih banyak menciptakan peluang. Alex Martins sudah mencetak gol pada menit ke-13, namun golnya dianulir wasit karena dirinya terjebak offside lebih dulu.
Pada menit ke-22 dan ke-24, Dewa mendapatkan peluang melalui kaki Vico Duarte, namun upayanya masih lemah di kesempatan pertama, lalu melambung pada kesempatan kedua saat ia mendapatkan umpan tarik dari Alexis Messidoro.
Baca juga: Bali United ditahan imbang kontra Persijap tanpa gol
Ketika Bhayangkara mulai meredam serangan dari Dewa, tim berjuluk The Guardians itu mulai menemukan celah di pertahanan tuan rumah pada fase akhir babak pertama.
Umpan terbosan Ryo Matsumura berhasil menemukan Henry Doumbia. Striker asal Pantai Gading itu tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Dewa, Sonny Stevens.
Ia kemudian mencoba melewati Stevens sebelum menendang, namun penjaga gawang asal Belanda itu melanggarnya, yang membuahkan hadiah penalti untuk Bhayangkara pada menit ke-40.
Moussa Sidibe yang maju sebagai algojo penalti pun sukses menaklukkan Stevens dengan tendangan kerasnya. Ini merupakan gol kelima Sidibe setelah didatangkan Bhayangkara di putaran kedua.
Baca juga: Borneo tekuk Arema 3-1, Pesut Etam tempel ketat papan atas
Memasuki babak kedua, Dewa berupaya keras untuk mencari gol penyeimbang. Namun, situasi semakin sulit setelah tim tamu malah mencetak gol keduanya lewat gol Doumbia pada menit ke-59.
Doumbia tinggal menyontek bola setelah ia mendapatkan umpan dari Sidibe, yang sebelumnya melewati beberapa pemain Dewa.
Gol itu merupakan gol keempatnya bersama Bhayangkara setelah ia datang di putaran kedua. Semua golnya untuk Bhayangkara tercipta pada empat laga terakhir, dimana timnya itu menyapu bersih kemenangan.
Di sisa laga, Bhayangakara yang bermain lebih nyaman mengincar serangan balik dengan lebih membiarkan Dewa menguasai bola.
Di sisa waktu pertandingan, tak ada gol tambahan yang tercipta. Bhayangkara keluar sebagai pemenang untuk meraih tiga poin dalam empat laga beruntunnya, sementara Dewa gagal melanjutkan tren kemenangan mereka dalam tiga laga terakhir.
Kemenangan ini membuat Bhayangkara naik ke posisi kelima dengan 38 poin, menggeser PSIM Yogyakarta dan Persebaya. Di sisi lain, Dewa tetap di peringkat sembilan dengan 33 poin.
Baca juga: Persis Solo jaga asa bertahan setelah kalahkan Persik 2-1
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.