Pemain asal Timor Leste itu sejatinya tampil moncer bersama Persebaya Surabaya di BRI Super League 2025/26. Ia mampu membukukan 6 gol dan 7 assist sepanjang musim lalu.
Walau statistiknya tampak mentereng, namanya tetap tak masuk dalam skema pelatih Bernardo Tavares. Ibarat kata, Madura United ketiban untung.
Bagi Annisa, catatan statistik tersebut sudah cukup membuktikan. Gali masih jadi satu dari sekian talenta yang menjanjikan di Asia Tenggara.
“Catatan musim lalu membuktikan bahwa di usianya yang masih muda ini, Gali adalah salah satu winger ASEAN paling produktif dan kreatif. Karakter bermainnya yang agresif serta mentalitasnya yang kuat akan memberikan dimensi baru yang sangat kami butuhkan di lini serang Laskar Sape Kerrab,” tambah Annisa.