Jakarta (ANTARA) – Pelatih tim nasional Ceko Miroslav Koubek resmi mengundurkan diri dari posisinya setelah negaranya tersingkir di babak grup Piala Dunia 2026.
Dari tiga laga Grup A, Koubek tidak sanggup membawa timnya menang setelah meraih satu kali imbang dan dua kekalahan yang membuat tim berjuluk Narodak ini menempati juru kunci di bawah Korea Selatan, Afrika Selatan, dan Meksiko.
Baca juga: Pelatih Ceko anggap Meksiko terlalu kuat
Baca juga: Meksiko sapu bersih Grup A setelah tekuk Ceko 3-0
“Pelatih menawarkan pengunduran dirinya kepada saya dalam pertemuan pribadi hari ini. Setelah melalui diskusi yang terbuka dan jujur, saya memutuskan untuk menerima keputusan tersebut,” kata Presiden Asosiasi Sepak Bola Republik Ceko, David Trunda, dikutip dari laman resmi FIFA, Selasa.
Juru taktik berusia 74 tahun itu baru ditunjuk menjelang laga play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026, tepatnya pada 12 Desember 2025.
Dia sukses membawa Republik Ceko lolos ke putaran final turnamen empat tahunan itu melalui dua kemenangan dramatis lewat adu penalti atas Republik Irlandia dan Denmark, sekaligus mengakhiri penantian 20 tahun negaranya untuk kembali tampil di panggung Piala Dunia.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala, Ceko selalu menang dalam empat pertandingan. Dua kemenangan lainnya setelah laga play-off adalah saat mereka mengalahkan Kosovo 2-1 dan Guatemala 3-1 pada laga persahabatan.
Selain Ceko, 15 tim lain yang tersingkir di babak awal Piala Dunia 2026 adalah Haiti, Turki, Tunisia, Yordania, Panama, Qatar, Curacao, Irak, Uruguay, Arab Saudi, Selandia Baru, Skotlandia, Uzbekistan, Korea Selatan, dan Iran.
Saat ini, Piala Dunia 2026 sudah memasuki babak 32 besar, dengan sudah ada empat negara yang gugur, yaitu Afrika Selatan, Jepang, Jerman, dan Belanda.
Baca juga: Deschamps: Prancis percaya diri hadapi Swedia
Baca juga: Jerman yang kehilangan rupa
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.