Jakarta (ANTARA) – Kapten timnas Skotlandia Andrew Roberton ingin negaranya menciptakan sejarah dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sejarah itu lolos ke babak gugur Piala Dunia pertama kali setelah dalam delapan edisi sebelumnya selalu gagal melewati babak grup.
“Kami ingin menjadi tim pertama yang mampu melakukan itu untuk negara kami,” ujar Robertson dalam laman FIFA, Jumat.
Piala Dunia 2026 dibuka Skotlandia dengan positif dengan kemenangan 1-0 melawan Haiti dalam Grup C.
Tiga poin dari laga perdana ini menjadi modal baik untuk Tartan Army menjelang laga melawan Maroko esok Sabtu (20/6) pukul 05.00 WIB di Stadion Boson, Foxborough.
Laga ini kemungkinan akan menentukan nasib Skotlandia, yang jika memenangkan pertandingan, akan otomatis melangkah ke fase
gugur atau 32 besar.
Situasi ini didapatkan setelah Skotlandia memuncaki klasemen Grup C dengan tiga poin. Mereka menjadi satu-satunya tim dari Grup C yang memenangkan laga pertama setelah Brasil imbang 1-1 menghadapi Maroko.
Baca juga: Manzambi bahagia cetak dua gol untuk Swiss
“Sekarang kami menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, tetapi kami yakin bisa membuat pertandingan apa pun menjadi sulit bagi lawan,” kata pemain baru Tottenham Hotspur itu.
“Jika kami mampu melakukan itu dan menampilkan performa terbaik, saya yakin kami bisa mendapatkan hasil yang kami inginkan dan menjadi tim yang mencatat sejarah tersebut,” tambah dia.
Maroko berada di peringkat keenam FIFA World Ranking, 31 tingkat di atas Skotlandia. Mereka juga memiliki pengalaman sukses di panggung dunia setelah finis di posisi keempat pada Piala Dunia 2022.
“Mereka tampil luar biasa di Piala Dunia terakhir. Mereka menjadi kebanggaan seluruh Afrika, bukan hanya Maroko. Mereka juga tampil sangat baik di Piala Afrika,” kata Robertson tentang Maroko.
“Fokus kami adalah performa sendiri. Tujuan kami menang, tujuan mereka juga menang. Semoga saat peluit akhir berbunyi, kami yang tersenyum”.
Kepercayaan diri juga datang dari pelatih Steve Clarke yang mengatakan status tidak diunggulkan, malah menguntungkan.
“Saat melawan Haiti kami adalah favorit dan pertandingan terasa sulit, meski akhirnya menang. Kali ini kami underdog, dan kadang-kadang Skotlandia lebih menyukainya seperti itu,” kata pelatih berusia 62 tahun itu.
Baca juga: Pelatih Meksiko akui timnya susah payah kalahkan Korea Selatan
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.