Saling berhadapan… Keberanian para Firaun mengacaukan strategi para setan Belgia

Saling berhadapan… Keberanian para Firaun mengacaukan strategi para setan Belgia

Hossam Hassan memilih menempatkan Zico di sayap kanan dan Imam Ashour di sayap kiri, sementara Mohamed Salah dan Omar Marmoush bergerak di lini depan dengan peran yang saling bergantian.

Kunci keberhasilan rencana ini bukanlah pada skema taktisnya, melainkan pada pelaksanaannya. Mesir bertahan dengan blok yang relatif tengah dan maju, jauh dari area penalti, yang mencegah Belgia menguasai bola di sepertiga tengah lapangan. 

De Bruyne maupun Onana tidak mendapatkan waktu dan ruang yang biasa mereka miliki untuk membangun serangan, dan Belgia terpaksa berulang kali mengandalkan sayap atau umpan-umpan langsung. Yang terpenting, timnas Mesir tidak bermain bertahan secara pasif. Saat kehilangan bola, tekanan awal mereka sangat kuat, dan saat merebutnya kembali, transisi serangan berlangsung cepat dan terorganisir melalui Salah, Marmoush, Zico, dan Ashour, yang memberikan Mesir bentuk serangan yang nyata tanpa hanya berlindung di belakang bola.

Baca juga: Mesir Menghidupkan Kembali Kenangan Aljazair di Hadapan Belgia