Anderson tidak hanya lolos dari penilaian sekilas; data menunjukkan bahwa ia saat ini merupakan anomali statistik di Liga Premier. Selama musim 2025-26, ia memuncaki daftar pemain dengan duel terbanyak yang dimenangkan dan sentuhan bola terbanyak, membuktikan dominasinya dalam peran yang lebih bertahan. Evolusi ini menjadi “No. 6 atau No. 8” telah menarik perhatian para klub elit, meskipun harga transfernya kini ditetapkan pada level yang memecahkan rekor.
Berbicara tentang perkembangan taktisnya, gelandang ini baru-baru ini menjelaskan bagaimana ia telah matang sejak meninggalkan Timur Laut. “Saya merasa seperti telah menguasai suatu posisi. Saya tahu saya melakukannya musim lalu, tetapi saya merasa sangat nyaman di tengah lapangan, No. 6, No. 8,” katanya kepada Guardian, menyoroti keserbagunaan yang membuat calon penerus Pep Guardiola dan Manchester United terus mengawasinya dengan cermat.