Hal senada disampaikan Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno. Ia turut menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan PSS promosi ke Super League.
Wanita berusia 41 tahun itu menilai hadirnya Derby DIY merupakan momentum penting untuk menunjukkan bahwa rivalitas sepak bola bisa berjalan berdampingan dengan rasa persaudaraan.
“Kami congratulations to PSS Sleman yang kembali ke Liga 1. Ayo sama-sama, kan kita sama-sama Yogyakarta. Dengan Persis Solo kita sudah menjadi benchmark kemarin. Jangan lupakan kemarin kita berpelukan bersama-sama di Mandala Krida,” kata Liana.
“Tragedi Kanjuruhan itu jangan dilupakan. Jangan menjadi event yang cuma ya lagi ada begitu terus peluk-pelukan, habis itu lupa. Enggak boleh begitu. Jadi kita musti benar-benar bersaudara, kita satu bangsa kok, satu negara.”
“Kenapa kita musti menjadikan sepak bola ini pemecah? Saya enggak ngerti sih kenapa. It’s sepak bola. Jadi nilai-nilai sepak bola dan nilai-nilai olahraga itu kita tanamkan, fair play, sportivitas. Kita jagalah Mataram Is Love itu. Benar-benar kita jaga,” sambungnya.