Van Gastel fokus benahi antisipasi bola mati jelang lawan Bhayangkara

Van Gastel fokus benahi antisipasi bola mati jelang lawan Bhayangkara

Jakarta (ANTARA) – Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel fokus membenahi antisipasi bola mati timnya menjelang laga melawan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 yang digelar Jumat (17/4).

Menurut Van Gastel, kelemahan PSIM terletak pada antisipasi bola mati yang membuat Laskar Mataram meraih hasil negatif dalam beberapa laga terakhir.

“Kami melakukan penjagaan satu lawan satu. Jadi itulah yang saya katakan. Itu salah satu masalah kami, yaitu kurangnya rasa urgensi, terlalu santai, dan menjaga lawan tanpa rasa tanggung jawab. Jadi saya merindukan kegigihan dalam banyak aspek permainan kami,” kata Van Gastel, dikutip dari laman resmi PSIM, Rabu.

Selain antisipasi bola mati dan latihan biasa jelang laga, Van Gastel mengaku menganggap pertandingan lawan Bhayangkara sama dengan laga lain. Meski begitu, dirinya tetap fokus untuk bisa menampilkan tim terbaik.

Saat mengungkapkan persiapan terkini tim, pelatih asal Belanda itu mengatakan persiapan timnya “sedikit lebih rumit”.

“Kondisi mereka bagus. Mereka bekerja keras meskipun kami memiliki beberapa pemain yang cedera dan mendapat sanksi larangan bermain. Jadi persiapannya sedikit lebih rumit, tapi para pemain yang ada di lapangan bekerja keras dan menunjukkan semangat yang baik,” kata dia.

Baca juga: Federico Barba tekankan pentingnya menjaga momentum

Di laga Jumat nanti, duo andalan lini belakang Laskar Mataram, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, harus absen akibat akumulasi kartu kuning.

Selain kedua pemain itu, Anton Fase juga masih dalam pemulihan cedera, sementara hal yang sama juga terjadi pada Rakhmatsho Rakhmatzoda dan Riyatno Abiyoso.

“Rakhmatsho dan Abiyoso cedera. Rakhmatsho tidak akan bermain, tetapi saya belum tahu untuk Abiyoso (bermain atau tidak). Saya harus berbicara dengan dokter,” papar dia.

PSIM tiba di laga Jumat nanti sebagai tim peringkat sembilan dengan 38 poin. Saat ini mereka sedang dalam tren negatif akibat hanya meraih satu kemenangan dalam 10 laga terakhir.

Sementara Bhayangkara, tim asuhan Paul Munster itu bertekad mengincar tiga poin untuk kembali ke jalur kemenangan, setelah di laga terakhir, enam kemenangan beruntun mereka dihentikan oleh Persijap Jepara.

Saat ini, The Guardians ada di posisi lima besar dengan koleksi 44 poin, hanya berjarak dua poin dari Malut United yang berada di posisi keempat.

Baca juga: Allano Lima semakin percaya diri menatap sisa musim

Baca juga: Teja tak masalah belum mampu samai rekor “clean sheet” Yoo Jae-hoon

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.