Jersey Piala Dunia 2026 Nike Berteknologi Tinggi Tuai Kritik

Jersey Piala Dunia 2026 Nike Berteknologi Tinggi Tuai Kritik


Jakarta

Nike meluncurkan koleksi jersey Piala Dunia 2026 dengan teknologi pendingin di bagian bahu. Desain tersebut menuai kritik oleh para penggemar.

Perusahaan pakaian olahraga raksasa itu telah merilis koleksi jersey Piala Dunia pada akhir Maret lalu. Nike mengembangkan desain Aero-FIT, yakni proses rajutan khusus yang dapat membantu atlet tetap sejuk.

Selama jeda internasional terakhir, para pemain pertama kalinya turun ke lapangan mengenakan jersey tersebut. Banyak penggemar yang terpaku pada satu detail unik, yakni tonjolan yang kurang enak dilihat di sepanjang jahitan bahu.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertandingan persahabatan melawan Inggris, beberapa pemain Uruguay tampak mengenakan jersey dengan jahitan paling mencolok, membuat mereka terlihat seperti Shredder, penjahat dari Teenage Mutant Ninja Turtles.

Di media sosial, para penggemar yang membeli jersey juga melaporkan masalah serupa.

“Jahitan bahu membuat jersey menggumpal seperti ini. Saya memiliki bahu yang lebih lebar dan tidak mungkin mencegah garis bahu ini menggumpal,” tulis seorang penggemar asal Kanada di Reddit.

Untuk jersey seharga 100-200 dolar Amerika, penggemar merasa ini adalah masalah yang besar. Begitu juga bagi para atlet yang ingin tampil terbaik di turnamen Piala Dunia.

Respon Nike soal Kritik Jersey Piala Dunia 2026

Melansir dari The Guardian, Nike mengakui ada masalah pada bagian bahu dan tengah mencari solusi untuk menyelesaikannya.

“Selama jeda internasional baru-baru ini, kami mengamati masalah kecil pada seragam tim nasional Nike kami, yang paling terlihat di sekitar jahitan bahu,” tulis pernyataan mereka.

“Performa tidak terpengaruh, tetapi estetika tidak sesuai harapan,” sambungnya.

Sebuah sumber mengatakan bahwa perusahaan tersebut tengah berdiskusi dengan federasi dan vendor untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya. Nike harus melihat apakah jersey akan didesain ulang dan mencari solusi terbaik bagi para penggemar yang tidak puas dengan ukurannya.

Dalam kasus ini, Nike memerlukan upaya logistik yang besar, lantaran waktu yang singkat menjelang Piala Dunia dan jumlah jersey yang telah terjual.

Nike Sudah Produksi Jersey Sejak 1979

Nike telah memproduksi jersey sepakbola sejak tahun 1979. Mereka menyiapkan perlengkapan untuk Portland Timbers dari Liga Sepakbola Amerika Utara yang kini sudah bubar.

Perusahaan ini memasuki pasar Eropa pada tahun 1983, saat mereka bermitra dengan Sunderland. Pada 1994, Nike meluncurkan seragam tim nasional pertama untuk Nigeria, yang dikenakan pada pertandingan persahabatan melawan Inggris.

Pada 1995, Nike terus memperluas pasar dan bermitra dengan banyak tim nasional lainnya, termasuk Amerika Serikat.

Inggris telah mengenakan jersey Nike sejak tahun 2013 hingga perjanjian berakhir pada tahun 2030.

(aff/krs)