Antalya –
Para pemain Timnas Iran memasuki lapangan dengan membawa ransel kecil saat melawan Nigeria pekan ini. Gestur itu merupakan bentuk penghormatan kepada anak-anak yang tewas dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada akhir bulan lalu.
Lebih dari 165 orang, sebagian besar anak-anak, tewas dalam serangan misil yang menyasar sekolah putri di Minab, Iran, pada 28 Februari. Aksi itu mendapat kecaman dari dunia iternasional.
Di tengah konflik yang masih belum usai, Iran tetap menjalani laga uji coba melawan Nigeria pada Jumat (27/3/2026) di Antalya, Turki. Laga itu dimenangkan Nigeria dengan skor 2-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang lebih menjadi sorotan adalah aksi para pemain Iran yang membawa ransel kecil ke dalam lapangan. Saat lagu kebangsaan berkumandang, ransel itu dipegang setiap pemain di depan dada mereka.
🇮🇷: Iran’s National Football Team held children’s backpacks during the natinoal antherm of Iran to honor the kids killed in the Minab School Attack
Iran should share what neighboring country allowed that missile to be fired from their land. pic.twitter.com/RUB2od6PPF
— Ryan Rozbiani (@RyanRozbiani) March 27, 2026
Mehdi Taremi dkk juga mengenakan ban hitam di lengan sebagai aksi solidaritas terhadap korban yang terus berjatuhan. Setidaknya sudah lebih dari 1.900 orang tewas di Iran hingga 27 Maret.
Iran menjadi salah satu peserta Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan menjalani seluruh laga penyisihan grup di AS, namun menolak bertanding di sana karena perang ini dan sebagai gantinya meminta agar seluruh laga mereka dipindahkan ke Meksiko.
Meski begitu FIFA sejauh ini enggan menyanggupi permintaan itu dan menyebut semua masih sesuai rencana awal. Induk sepak bola dunia itu juga disorot karena bersikap plinplan dalam konflik ini, tak seperti saat menghukum Rusia pada 2022 lalu karena menginvasi Ukraina.
(adp/adp)