Yang Terjadi Andai Iran Mundur dari Piala Dunia 2026

Yang Terjadi Andai Iran Mundur dari Piala Dunia 2026


Teheran

Status keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 menjadi tanda tanya usai diserang Amerika Serikat dan Israel. Andai benar-benar mundur, maka Team Melli…

Iran saat ini tengah situasi perang. Operasi militer AS dan Israel pada Minggu (1/3/2026) menjadi awal mulanya, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei.

Serangan itu langsung dibalas Iran, yang melancarkan rudal-rudalnya ke pangkalan militer AS di berbagai negara sekutunya seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Kini situasi makin panas usai beberapa sekutu Eropa AS seperti Prancis, Inggris, dan Jerman siap ikutan menyerang Iran.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ribut-ribut itu bikin Iran kini dipertanyakan status keikutsertaannya di Piala Dunia 2026. Ada laporan Team Melli siap mundur dari ajang tersebut, yang akan digelar di AS sekitar 100 hari lagi.

Nah, andai Iran mundur itu yang memunculkan pertanyaan. Siapa negara yang akan menggantikan Mehdi Taremi dkk berlaga di Piala Dunia 2026?

AP menyebut, dua negara bisa jadi pengganti Iran untuk berlaga di Piala Dunia 2026. Mereka adalah Irak dan Uni Emirat Arab.

Irak dan UEA sama-sama berasal dari konfederasi Asia. Irak terakhir bisa menjejak babak playoff, dan akan melawan pemenang Bolivia vs Suriname. Andai Iran mundur, Irak akan maju menggantikannya di Grup D, untuk bersaing dengan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Sementara UEA akan masuk ke playoff menggantikan Irak, dan berpeluang memperebutkan tiket ke Piala Dunia.

Dalam aturan FIFA, suatu negara yang mundur dari Piala Dunia memang bisa digantikan dengan negara lain. Meski begitu, tak ada keharusan dari konfederasi yang sama.

Artinya, bisa saja tim pengganti Iran justru bukan dari Asia. Meski begitu, kebanyakan negara pengganti diambil dari konfederasi yang sama guna mengimbangi slot yang sudah diatur sebelumnya.

Terakhir, FIFA menegaskan memang masih berharap tak ada perubahan tim di Piala Dunia 2026. Sekjen Mattias Grafstrom mengaku masih memantau situasi yang terjadi saat ini di Iran.

Selain itu, andai memilih mundur dari Piala Dunia 2026, Iran tentu dihadapkan sejumlah sanksi berat. Dari mulai denda besar hingga sanksi disipliner seperti dilarang ikut kualifikasi pada edisi berikutnya.

(yna/nds)