Jakarta –
Riccardo Calafiori masih menyimpan rasa cinta kepada AS Roma. Di sisi lain, pemain Arsenal itu juga sebal betul dengan Giallorossi.
Calafiori tampil mengesankan sejak berkostum Arsenal pada musim panas 2024. Pemain berusia 23 tahun itu juga bisa tampil di beberapa posisi.
Sebelum ke Arsenal, Calafiori melalui masa-masa sulit. Calafiori mengalami cedera lutut yang hampir mengakhiri kariernya pada 2 Oktober 2018, padahal dia baru menandatangani kontrak profesional di bulan Juni dan menandai produk akademi Roma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cedera lutut kembali dialami Calafiori pada periode November 2019 sampai Januari 2020. Ini menjadi titik terendah dalam karier sepakbola profesionalnya.
Riccardo Calafiori saat masih menjadi pemain AS Roma. Foto: AS Roma via Getty Images/Luciano Rossi |
“Semuanya baik-baik saja selama tahun pertama. Saya mencetak gol(melawan Juventus, tapi dianulir) pada debut mengenakan seragam tim yang saya cintai. Setelahnya pada usia 16 tahun saya diberi tahun bahwa tidak bisa menjadi pemain sepakbola karena cedera serius,” kata Calafiori kepada La Gazzetta dello Sport.
“Saya masih penggemar Roma. Dulu, saya adalah penggemar fanatik. Satu-satunya kekurangannya adalah saat itu terjadi selama Covid, jadi tidak ada penggemar di stadion, kalau tidak saya pasti langsung pergi merayakan di depan Curva Sud,” sambungnya.
Paulo Fonseca adalah pelatih yang mempercayai Calafiori untuk naik kelas. Situasi berubah saat Jose Mourinho datang dan Roma meminjamkan Calafiori ke Genoa, kemudian menjual ke Basel, dan akhirnya berkembang pesat setelah dibeli Bologna.
“Saya menjadi starter di enam pertandingan pertama bersama Mourinho: Awalnya juga berjalan baik, saya bermain sebagai starter dan memberikan beberapa assist. Setelah kemenangan 6-1 atas Bodo/Glimt, saya tidak bermain lagi dan menginginkan lebih.”
“Saya dipinjamkan ke Genoa. Situasinya rumit dan saya hanya tampil tiga kali, satu di antaranya sebagai starter. Performa saya lebih buruk dari sebelumnya dan saya tidak mengerti mengapa.”
“Lalu, Roma menjual saya ke Basel dan awalnya saya tidak senang, tetapi ketika menerima kenyataan bahwa saya harus mundur selangkah, saya menyadari bahwa itu akan menjadi tempat yang tepat untuk saya. Bagi seorang pria muda, sangat sempurna untuk menemukan kesinambungan di sana,” bebernya.
Calafiori salah satu bintang kesuksesan Bologna dalam meraih tiket ke Liga Champions. Salah satu alasannya cuma semusim di Bologna karena tak kuasa menolak tawaran di Arsenal yang tampil di Premier League.
(ran/krs)
