Hernandez sempat mendapat sokongan dari sejumlah pejabat pemerintahan Trump pada periode pertama. Meski demikian, juri di New York akhirnya memvonisnya bersalah.
Pengadilan di kota yang sama juga akan menjadi tempat proses hukum terhadap Maduro.
Saat dimintai penjelasan mengenai alasan pengampunan tersebut, Trump mengaku tidak memiliki kedekatan dengan Hernandez.
“Saya tidak mengenalnya dan Saya tahu sangat sedikit tentang dia,” ujar Trump dalam wawancara dengan Politico.
Ia menyebut mendapat informasi bahwa Hernandez “dijebak”.
Negara itu … berurusan dengan narkoba, seperti mungkin Anda bisa mengatakan hal yang sama tentang hampir setiap negara dan karena dia adalah presidennya, mereka memberinya hukuman sekitar 45 tahun penjara,” kata Trump seperti dilaporkan Associated Press.