Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, menyampaikan bahwa pendapatan tersebut berasal dari retribusi seluruh destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah. Namun, pencapaian tersebut masih belum sejalan ekspektasi awal.
Jika ditarik perbandingan dengan tahun sebelumnya, performa pariwisata Bantul pada 2025 justru mengalami penurunan.
Pada 2024, jumlah wisatawan tercatat mencapai sekitar 2,3 juta orang dengan pendapatan Rp30,6 miliar. Hal ini berarti, kunjungan wisatawan pada 2025 turun sekitar 28 persen, disertai penurunan pendapatan.
Kepala Dispar Bantul, Saryadi, menjelaskan bahwa faktor cuaca menjadi satu di antara penyebab utama penurunan tersebut. Menurutnya, karakter destinasi wisata Bantul yang didominasi wisata alam membuat tingkat kunjungan sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Tahun ini secara akumulasi tren kunjungan wisatawan ke Bantul turun dari tahun kemarin karena wisata kita di Bantul itu mayoritas wisata alam sehingga sangat sensitif terhadap cuaca,” ujarnya.