Pengagum legenda Chelsea, Eden Hazard, itu mengaku bangga dengan atmosfer sepak bola Indonesia, terlebih loyalitas fans setia. Itu dia lihat sendiri kala memperkuat Timnas Australia U-20, di mana Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah.
“Saya pernah bermain di Timnas Australia U-20 di Piala Asia U-20. Saat itu bermain di Surabaya. Kami ada di sana. Mungkin lima pertandingan dan akhirnya kami peringkat ketiga. Indonesia main di final saat itu. Kami ke stadion dan menonton. Mungkin sekitar 2023 atau 2024,” ujarnya.
“Jadi saya hanya pernah ke Indonesia sekali itu dan itu benar-benar membuat saya takjub dengan suporter yang 30-35 ribu di stadion. Sangat bersemangat. Ketika Anda bermain di depan pendukung yang sangat bersemangat, itu terbaik. Keren untuk dilihat,” tukas Luke Vickery.
Terkait darah Indonesia yang mengalir di tubuhnya, menurut Luke Vickery, berasal dari neneknya.
“Nenek saya lahir di Indonesia, di Sumatera. Orang tuanya lahir di Belanda. Saat ini dia tinggal di California,” ujar Luke Vickery sembari menambahkan kalau ia mengantongi dua paspor.
“Saya lahir di Hawaii di Amerika Serikat. Saya punya paspor Amerika dan juga Australia,” pungkas Luke Vickery.