Manchester City dan Premier League masih menunggu putusan akhir terkait 115 dakwaan yang menjerat klub sejak Februari 2023. Tuduhan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan keuangan dalam rentang waktu 2009 hingga 2018.
CEO Premier League, Richard Masters, menegaskan bahwa proses hukum harus tetap dijalankan demi menjaga integritas kompetisi, meskipun kasus ini sangat kompleks dan membutuhkan biaya besar.
“Tidak ada alternatif yang lebih baik daripada menegakkan aturan, prinsip itu tidak boleh dikorbankan hanya karena terlalu sulit atau mahal,” ujar Masters.
Pengacara olahraga Simon Leaf juga menyebut kasus ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola, baik di Inggris maupun dunia, mengingat jumlah dakwaan dan skala permasalahannya.
Sidang terhadap Manchester City telah dimulai sejak September 2024 dan berlangsung selama sekitar 10 minggu. Meski sempat ada harapan keputusan keluar lebih cepat, hingga kini belum ada kepastian. Banyak pihak menilai lamanya proses ini wajar, mengingat kompleksitas kasus dan besarnya bukti yang harus ditinjau sebelum keputusan final diambil.