Mayoritas pemain yang masuk dalam daftar panggilan Timnas Indonesia edisi kali ini datang dari kompetisi domestik. Dari 41 nama yang muncul, 24 di antaranya berasal dari klub yang berkompetisi di BRI Super League.
Namun, ternyata tak semua pemain ini punya catatan yang memukau di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Jangankan mengukir performa yang oke, mereka terhitung masih kesulitan bersaing dan mendapatkan tempat.
Daftar ini dimulai dari dua striker naturalisasi, Mauro Zijlstra dan Jens Raven. Sejak gabung bersama Persija Jakarta, Zijlstra belum bermain reguler karena baru mengukir dua penampilan dengan durasi 21 menit.
Sementara itu, Jens Raven yang datang lebih awal memang punya catatan penampilan yang jauh lebih banyak. Dia bermain sebanyak 17 kali dan mengukir satu gol plus dua assist. Hanya saja, Raven cuma bermain sekali sebagai starter dan penampilannya berdurasi 292 menit.
Pemain naturalisasi lainnya yang juga belum tampak istimewa di BRI Super League ialah Ivar Jenner. Sejak gabung pertengahan musim ini, dia baru bermain sebanyak empat kali, dan belum menemukan performa terbaiknya.
Selanjutnya, ada pemain lokal langganan Timnas Indonesia, Witan Sulaeman. Winger berusia 24 tahun itu memang bisa mengukir satu gol plus tiga assist dari 15 laga. Namun, pada putaran kedua ini, ia lebih banyak jadi penghangat bangku cadangan.
Egy Maulana Vikri juga termasuk pemain yang performanya jauh di bawah standar. Jika dibandingkan musim lalu, kontribusinya untuk Dewa United anjlok drastis. Musim ini, ia hanya mengukir satu assist dari 21 laga.