Madura bertekad bangkit setelah dikalahkan Persija

Madura bertekad bangkit setelah dikalahkan Persija

Jakarta (ANTARA) – Bek tengah Madura United Roger “Ruxi” Badia ingin timnya bangkit setelah kalah 0-2 dari Persija Jakarta pada laga pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (23/1).

“Semoga di tiga pertandingan berikutnya yang sangat penting bagi kami dan semoga kami bisa meraih tiga poin,” kata Ruxi ketika ditemui di SUGBK setelah pertandingan.

Ruxi ingin Madura mengeruk kemenangan pada tiga laga berikutnya menghadapi tim yang di atas kertas kalah kualitas dibandingkan skuadnya yaitu PSBS Biak pada 31 Januari, lalu Persijap Jepara pada 7 Februari, dan Persis Solo pada 13 Februari.

Baca juga: Kalahkan Madura United 2-0, Persija kembali ke jalur kemenangan

Baca juga: Alaaeddin tetap bersyukur meski gagal cetak gol di laga debut

Kekalahan dari Persija membuat Madura tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan 17 poin.

Meski begitu, Ruxi yakin timnya dapat memenuhi target untuk finis di 10 besar. Apalagi, Madura mendatangkan empat pemain baru pada bursa transfer putaran kedua Super League musim ini yaitu Fauzan Hanif, Riquelme Sousa, Junior Brandao dan Giovani Numberi.

“Kami mendatangkan banyak pemain baru. Saya pikir kami punya skuad yang bagus. Dan saya rasa kami hanya perlu sedikit lebih menyatu dengan ritme permainan. Sekarang kami memang punya beberapa pemain baru,” kata bek 30 tahun itu.

Sementara terkait laga kontra Persija, mantan bek PSIS Semarang itu puas dengan permainan timnya pada babak pertama, meski pada akhirnya gagal menciptakan peluang yang berbahaya dan kebobolan penalti dari tendangan Gustavo Almeida.

Madura disebutnya lebih berani menekan pada babak kedua. Akan tetapi, mereka tidak mampu menyamakan kedudukan. Madura justru mendapatkan hukuman penalti kedua pada menit-menit akhir laga yang sukses dieksekusi oleh Maxwell Souza (90+15′).

Madura pun takluk 0-2 lantaran sebelumnya, pada menit ke-43, Persija mencetak gol juga dari titik putih yang dilesakkan Gustavo Almeida.

“Saya tidak suka ritme di babak kedua. Kami selalu berhenti, satu menit ada pemain terjatuh, lalu ada pengecekan VAR lima menit, berhenti lagi lima menit, lalu berhenti lagi lima menit. Itu bukan sepak bola, tahu kan? Saya ingin bermain, sementara mereka terus menunggu. Saya tidak sedang menyalahkan wasit, ini juga masalah para pemain. Mereka menghentikan permainan sepanjang waktu. Kami harus memperbaiki itu,” tutur Ruxi.

Baca juga: Debut di Persija, Fajar Fathurrahman ungkap instruksi dari pelatih

Baca juga: Pertama nonton langsung Liga Indonesia, ini kata John Herdman

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.