Mikel menilai perubahan manajer di tengah proyek yang belum sepenuhnya matang dapat merusak stabilitas tim. Dalam pandangannya, kontinuitas adalah kunci untuk membangun skuad yang kompetitif, terlebih di era sepak bola modern yang menuntut konsistensi taktik dan pengembangan pemain muda.
Ia menegaskan bahwa meski Rosenior telah meraih beberapa hasil positif, performa tim belum menunjukkan kohesi dan karakter kuat seperti sebelumnya.
Situasi ini kembali memunculkan perdebatan klasik tentang budaya pergantian pelatih di klub-klub besar Inggris. Chelsea memang memiliki sejarah panjang dalam hal perubahan manajer, tetapi Mikel tampaknya percaya bahwa dalam kasus Maresca, klub seharusnya menunjukkan kesabaran lebih besar.
Kini, tekanan terhadap Rosenior pun semakin meningkat seiring hasil yang kurang memuaskan dalam beberapa pertandingan terakhir. Para pendukung mulai mempertanyakan apakah keputusan memecat Maresca adalah langkah tepat atau justru awal dari fase inkonsistensi baru.
Chelsea resmi menunjuk Liam Rosenior sebagai manajer baru hingga 2032. Pelatih berusia 41 tahun itu direkrut setelah sukses membawa Strasbourg tampil kompetitif di Ligue 1. Penunjukan ini menandai dimulainya proyek jangka panjang Chelsea musim 2025/2…