Bola.com, Jakarta – Harga minyak mentah dunia melonjak pada penutupan perdagangan Senin kemarin, seiring meningkatnya ketidakpastian politik di Venezuela setelah Presiden Nicolas Maduro disingkirkan melalui operasi militer yang digalang Amerika Serikat.
Situasi tersebut langsung memicu respons pasar energi global.
Mengacu pada laporan CNBC, Selasa (6-1-2026), harga minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 1 dolar AS atau 1,74 persen dan ditutup di level 58,32 dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak acuan internasional Brent menguat 1,01 dolar AS atau 1,66 persen ke posisi 61,76 dolar AS per barel.
Kenaikan harga terjadi tak lama setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa keterlibatan perusahaan-perusahaan minyak AS di Venezuela merupakan satu di antara tujuan utama dari perubahan yang menyingkirkan Maduro.
“Kami akan mengirim perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menginvestasikan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, termasuk infrastruktur minyak,” kata Trump dalam konferensi pers di kediamannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida.
Meski begitu, Trump menegaskan bahwa embargo minyak AS terhadap Venezuela masih tetap diberlakukan.
Kontingen Indonesia menorehkan sejarah besar di SEA Games 2025 Thailand dengan meraih 91 medali emas, capaian terbaik dalam 30 tahun terakhir. Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir, melampaui rekor SEA Games sebelumnya dan mencatatkan per…