Enzo Maresca dan ‘Murid-murid’ Guardiola dengan Reputasi Mentereng

Enzo Maresca dan ‘Murid-murid’ Guardiola dengan Reputasi Mentereng


London

Enzo Maresca resmi menjadi manajer baru Chelsea. Pria Italia itu menjadi bukti bahwa murid-murid Pep Guardiola membawa reputasi mentereng saat melatih.

Maresca didapuk menjadi manajer Chelsea, menggantikan Mauricio Pochettino. Pria yang sempat membela Juventus semasa bermain itu dikontrak lima tahun.

Maresca datang dengan portofolio membawa Leicester City juara Divisi Championship. The Foxes diantarnya kembali promosi ke Liga Inggris.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria 44 tahun itu punya pengalaman di manajerial sejak 2017 di Parma, namun masih berstatus asisten pelatih muda karena tidak punya badge kepelatihan. Baru pada 2020, ia direkrut Manchester City sebagai pelatih tim muda The Citizens.

Sempat melatih Parma di Serie B, Maresca kembali ke City pada 2022 sebagai asisten Pep Guardiola. Bersama manajer Spanyol itu ilmunya meningkat.

Pada 2023, Maresca akhirnya direkrut sebagai manajer Leicester City, yang baru saja degradasi ke Championship. Ia langsung membawa Si Rubah kembali ke Premier League dalam semusim, dan kini direkrut Chelsea.

Kedatangan Enzo Maresca menambah daftar reputasi mentereng murid-murid Pep Guardiola. Melansir Telegraph, selain Maresca, ada pula Mikel Arteta dan Erik ten Hag yang bisa menjadi manajer top saat ini.

Arteta merupakan mantan asisten Guardiola di City pada seja 2016 hingga 2019. Keduanya bersama-sama memenangkan dua gelar Premier League, satu Piala FA, dan dua gelar Piala Liga Inggris. Pada 2019, Arteta kemudian pindah ke Arsenal, dan menjadi pesaing gurunya.

Arteta membawa Arsenal bersaing juara Liga Inggris musim lalu, menghadapi City-nya Guardiola. Arteta juga sudah memberi satu gelar Piala FA dan Community Shield.

Sementara Ten Hag juga merupakan didikan Guardioa. Pria Belanda itu merupakan pelatih tim muda, saat Guardiola melatih di Bayern. Pada 2015, Ten Hag meninggalkan Bayern dan mulai meniti kepelatihannya sendiri, sampai sukses di Ajax. Sejak 2022, ia direkrut Manchester City, dan sempat menyulitkan City-nya Guardiola juga.

Terakhir, Ten Hag mengalahkan Guardiola di final Piala FA 2023/2024. Ia sudah memenangkan dua titel sejak datang ke Inggris.

Jauh sebelumnya, murid-murid Guardiola lainnya juga punya reputasi mentereng. Tito Vilanova, mendiang pelatih Barcelona, juga merupakan bekas didikannya saat melatih di Camp Nou. Kemudian Luis Enrique, yang kini melatih Paris Saint-Germain, juga mantan pelatih tim B Barcelona di era Guardiola.

Belum lagi mantan pemain yang pernah dilatih Guardiola, yang kini juga menjadi manajer top. Xabi Alonso, mantan gelandangnya di Bayern, baru saja membawa Leverkusen juara Bundesliga dengan rekor tak terkalahkan.

Thierry Henry, Sylvinho, hingga Gabriel Milito juga mulai melatih. Sementara Cesc Fabregas juga menjadi bagian saat Como 1907 promosi ke Liga Italia. Jangan lupakan nama Xavi Hernandez dan Vincent Kompany, yang sudah dilirik tim-tim raksasa. Kompany bahkan baru saja direkrut menjadi pelatih Bayern Munich.

Pep Guardiola, yang melatih City, juga dikenal berpengaruh lewat City Football Group. Sebut saja Ange Postecoglou (Tottenham Hotspur), Andoni Iraola (Bournemouth), dan Patrick Vieira (Strasbourg), juga sempat bekerja dengan Guardiola.

Siapa saja yang pernah menjadi murid Pep Guardiola, pasti punya reputasi mentereng, kan?

Simak Video “Enzo Maresca Resmi Jadi Manajer Baru Chelsea
[Gambas:Video 20detik]
(yna/krs)