Cerita Roberto Mancini Kepo sama Marselino Sampai Nathan

Cerita Roberto Mancini Kepo sama Marselino Sampai Nathan


Jakarta

Hamdan Hamedan berbincang dengan Roberto Mancini dan Fausto Salsano. Mereka mengapresiasi penampilan Marselino Ferdinan dan tiga pemain Timnas Indonesia U-23 lainnya.

Hamdan, Tenaga Ahli Kemenpora Bidang Diaspora dan Kepemudaan, tidak sengaja duduk bersebelahan dengan Mancini dan Salsano. Mancini yang merupakan Pelatih Arab Saudi, sementara Salsano Dirtek Arab Saudi, kebetulan juga menyaksikan laga Timnas Indonesia Vs Irak di perebutan posisi ketiga Piala Asia U-23 2024, Kamis (2/4/2024).

Kesempatan itu dimanfaatkan Hamdan Hamedan melakukan perbincangan dengan keduanya untuk mendiskusikan jalannya pertandingan dan penampilan para pemain Indonesia. Salsano setidaknya menyebut empat pemain Indonesia yang mencuri perhatiannya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salsano menulis nama Marselino (Ferdinan), nomor 10 (Justin Hubner), 6 (Ivar Jenner), dan 23 (Nathan Tjoe-A-On). Tak ragu Salsano juga meyakini mereka berempat punya kualitas yang baik untuk bermain di Serie B yang merupakan kompetisi level 2 di Italia dalam waktu dekat.

“Mr Mancini duduk di sebelah saya, jadi saya memanfaatkan itu untuk bertanya kepada beliau dan kolega beliau bagaimana permainan Indonesia. Ya kemudian beliau mengatakan bagus permainannya. Saya bertanya adakah pemain yang menonjol di game ini (Indonesia Vs Irak)?” kata Hamdan membuka perbincangan dengan detikSport.

“Obrolan kami berpusat pada jalannya pertandingan lawan Irak. Itu alasannya mengapa pemain hebat seperti Rizky Ridho tidak disebut. Ya karena saat itu dia tidak main (kartu merah). Dan yang lebih komunikatif dalam diskusi adalah Salsano sedangkan Mancini mengamini. Termasuk yang menulis tentang Marselino adalah Salsano karena beberapa kali Marselino menampilkan skillnya,” ujarnya menambahkan.

“Dia (Salsano) bertanya siapa nama pemain bernomor tujuh, saya jawab Marselino, nah jadi dia langsung menulisnya. Lalu dia meminta saya menuliskan ketiga nama lainnya (Hubner, Ivar, Nathan) sesuai dengan nomor punggung mereka. Makanya ada tulisan yang berbeda penulisannya,” katanya lagi.

[Gambas:Instagram]

Hamdan Hamedan kemudian melanjutkan perbincangannya tentang kualitas keempatnya, apakah layak bermain di Serie B. Kompetisi itu dijadikan sampel oleh Hamdan karena dinilai familiar dan dipahami betul kualitasnya oleh Mancini dan Salsano.

Sebelumnya juga terjadi percakapan tentang Jay Idzez, bek Timnas Indonesia yang memperkuat Venezia di Serie B. Sehingga Hamdan berpendapat hal itu dapat dijadikan barometer. Salsano pun percaya keempat pemain itu bisa bersaing di Serie B dalam waktu dekat.

“Selain Salsano, Mancini juga ditemani Antonio Gagliardi (analisis sepakbola, staf pelatih Arab Saudi) saat menonton Indonesia U-23 melawan Irak,” ujar Hamdan.

Pengakuan akan bakat Marselino Ferdinan oleh Salsano ternyata juga divalidasi oleh data yang disajikan Gagliardi. Lewat postingannya di media sosial, Marselino tercatat oleh Gagliardi sebagai salah satu penampil terbaik selama gelaran Piala Asia U-23 selain Fuki Yamada (Jepang) dan Ali Jasim (Irak)

“Rupanya sehari sebelum saya posting, Gagliardi sudah posting duluan mengenai Marselino yang memverifikasi apa yang saya sampaikan. Dia menyebutkan observasi dia selama mengamati kejuaraan ini. Selain itu, saya dapat juga dari analisa xT (expected threat, perhitungan tingkat bahaya sebuah peluang) yang menarik untuk dicermati,” ucapnya.

“Rupanya, Marselino berada di peringkat kedua di AFC U-23 untuk “xT Chain”, yang merupakan jumlah dari xT yang diterima, xT yang diciptakan, dan xT yang dibantu (semuanya melalui umpan), ujar Hamdan.

“XT berarti ancaman yang diharapkan. Ini adalah metrik yang mengukur nilai dari memindahkan bola dari satu titik ke titik lain.Lebih spesifik, ini adalah perubahan probabilitas sebuah gol akan terjadi dalam beberapa aksi selanjutnya dari memindahkan bola dari A ke B. Bisa positif (+) atau negatif (-),” pungkas Hamdan.

Di tengah hujatan publik yang banyak melampiaskan amarahnya kepada Marselino Ferdinan, ternyata sang pemain mendapat pengakuan dari para pelaku sepakbola jempolan. Marselino dianggap individualis saat tampil 120 menit di laga Indonesia Vs Irak.

“Nah pada intinya kita harus bangga terhadap capaian timnas dan para pemain kita. Adapun kekurangan yang ada, marilah kita serahkan kepada tim kepelatihan kita yang kompeten dan mumpuni untuk mengatasinya,” pungkas Hamdan berpesan.

(mro/aff)