Declan Rice digadang-gadang sebagai favorit untuk meraih gelar Pemain Terbaik Tahun Ini versi PFA di tengah upaya Arsenal merebut gelar Liga Premier pertama mereka dalam 22 tahun, yang memang bisa dimengerti. Keahliannya dalam situasi bola mati sangat penting bagi skema permainan The Gunners yang sering dikritik namun sangat efektif, dan kemampuannya merebut bola telah berperan besar dalam membantu tim ini mencatatkan rekor pertahanan terbaik di liga.
Namun, akan menjadi ketidakadilan jika ia mengalahkan Fernandes dalam pemungutan suara akhir. Kapten United itu adalah pemain sepak bola yang lebih unggul dalam segala hal, dan angka-angka Rice tidak mendekati miliknya, meskipun keduanya bermain di posisi yang sama pada paruh pertama musim ini.
Fernandes memiliki 23 keterlibatan gol, hanya kalah dari Erling Haaland (29), mesin pencetak gol Manchester City, sementara Rice hanya mencatatkan 11, meskipun ia tampil dalam tiga pertandingan Premier League lebih banyak daripada bintang United tersebut. Gabriel Magalhaes, Antoine Semenyo, dan Igor Thiago juga menjadi kandidat untuk penghargaan PFA, namun tak satupun dari mereka mampu menandingi Fernandes.
Ke-16 assist-nya telah menghasilkan 18 poin bagi United musim ini, lebih banyak daripada pemain mana pun dalam sejarah Premier League, sementara ia juga memimpin dalam umpan terobosan pada musim 2025-26 dan berada di peringkat kedua untuk umpan sukses di sepertiga akhir lapangan. Menciptakan peluang adalah inti sepak bola, dan Fernandes adalah ahli yang tak tertandingi.
Jika dia tidak ada dalam susunan pemain, United akanjauh lebih lemah, hal yang tidak berlaku bagi pemain lain yang disebutkan di atas bersama tim mereka. Memang, ketika Fernandes absen karena cedera selama periode liburan, mereka kehilangan poin berharga melawan Wolves dan Leeds yang sedang kesulitan, yang pada akhirnya membuat Amorim kehilangan pekerjaannya.
Jika Fernandes telah hengkang musim panas lalu saat menerima tawaran dari Arab Saudi, Setan Merah tidak akan berada di dekat tiga besar, dan nilai pasar Premier League akan anjlok tanpa sosok maverick sejatinya yang terakhir.