Amorim dicopot dari jabatannya kurang dari 24 jam setelah secara terbuka mempertanyakan sejauh mana dukungan yang ia terima dari jajaran petinggi Manchester United. Usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds di Elland Road, Minggu (4/1), ia menegaskan niatnya untuk menuntaskan kontrak hingga 2027 sebelum pergi.
“Kedatangan saya ke sini adalah untuk menjadi manajer Manchester United, bukan sekadar pelatih kepala,” ujar Amorim kepada wartawan. “Saya tahu nama saya bukan [Antonio] Conte, [Thomas] Tuchel, atau [Jose] Mourinho, tapi saya adalah manajer Manchester United. Ini akan berjalan seperti ini selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan untuk berubah. Saya tidak akan mundur. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai ada orang lain yang datang menggantikan saya.”
Ia melanjutkan: “Saya hanya ingin menegaskan bahwa saya akan menjadi manajer tim ini, bukan hanya pelatih. Saya sudah sangat jelas soal itu, dan semuanya akan berakhir dalam 18 bulan, lalu semua orang akan melanjutkan jalan masing-masing. Itulah kesepakatannya. Tugas saya adalah menjadi manajer, bukan sekadar pelatih.”
“Jika orang-orang tidak bisa menerima Gary Neville dan segala kritik yang ada, maka klub ini yang perlu berubah. Di setiap departemen—mulai dari pencari bakat hingga direktur olahraga—mereka harus menjalankan tugasnya. Saya akan menjalankan tugas saya selama 18 bulan, lalu kita move on.”