Setelah sukses besar di Italia, kepergian Osimhen dari Napoli menimbulkan banyak pertanyaan, terutama ketika ia memilih Galatasaray sebagai pelabuhan berikutnya pada musim panas 2024. Banyak pihak di sekelilingnya yang meragukan keputusan tersebut. Osimhen mengungkapkan bahwa ia menerima banyak peringatan keras dari orang-orang terdekatnya.
“Ketika saya meninggalkan Napoli, tahukah Anda berapa banyak orang yang memberi tahu saya, ‘Jangan pergi ke Turki. Apakah kamu gila?’,” tulis Osimhen. Ia bahkan menyebutkan seorang mantan agen yang secara spesifik melarangnya: “Tidak, tidak, tidak. Jangan pergi ke sana. Itu bukan langkah yang cerdas.”
Namun, Osimhen adalah pemain yang digerakkan oleh emosi dan hati, bukan sekadar kalkulasi karier yang dingin. Ia merasa tidak mungkin berpindah dari klub dengan atmosfer “berapi-api” seperti Napoli ke klub yang biasa-biasa saja. “Saya berpikir dengan hati saya. Saya ingin bermain untuk Galatasaray. Bagaimana saya bisa pergi dari emosi Napoli ke klub sembarangan? Mustahil. Membosankan,” jelasnya.
Bagi Osimhen, Galatasaray menawarkan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang: gairah yang setara dengan Napoli. Ia menargetkan untuk bermain di klub yang masuk dalam “tiga besar dunia” dalam hal fanatisme suporter. “Mereka adalah jenis orang yang benar-benar memahami saya. Orang-orang yang menghidupi sepakbola dengan cara yang berbeda,” tutupnya, menegaskan bahwa kepindahannya ke Istanbul adalah tentang mencari rumah baru yang memiliki detak jantung yang sama dengan dirinya.