Seperti Apa Musim Terburuk Ajax Di Eredivisie? Mengulas Titik Terendah Dalam Sejarah Raksasa Belanda

Ajax mengalami banyak momen naik dan turun selama bertahun-tahun dan GOAL membahas musim terburuk mereka dalam sejarah Eredivisie.

Ajax adalah salah satu klub tersukses dalam sejarah sepakbola Belanda, setelah memenangkan Eredivisie sebanyak 36 kali. Namun, bahkan klub tersukses pun mengalami titik terendah dari waktu ke waktu, dan Ajax tidak terkecuali. Awal buruk mereka musim ini mengakibatkan pemecatan manajer Maurice Steijn.

Dalam artikel ini, GOAL membahas musim Eredivisie terburuk Ajax dalam sejarah mereka dan bagaimana nasib mereka di setiap musim tersebut.

Seperti apa musim terburuk Ajax di Eredivisie?

Ajax berada di posisi terbawah klasemen Eredivisie setelah beberapa pertandingan di musim 2023/24, karena mereka hanya memenangkan satu dari delapan pertandingan pembukaan mereka. Ini adalah awal musim terburuk klub dalam sejarah Eredivisie.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Awal musim terburuk Ajax sebelumnya terjadi pada 1964/65 ketika mereka meraih empat poin dari lima pertandingan pertama mereka. Namun, awal musim 2023/24 mereka saat ini bahkan lebih buruk lagi, dengan hanya meraih lima poin dari delapan pertandingan.

Meski pun musim 2023/24 bisa menjadi musim Eredivisie terburuk bagi Ajax dalam sejarah, ada titik terendah lainnya. Misalnya, pada musim 1965/66, Ajax menyelesaikan Eredivisie di peringkat ke-13, pencapaian terendah mereka dalam sejarah klub.

Musim 2023/24 sejauh ini menjadi bencana bagi Ajax, dengan klub tersebut berada di posisi terbawah klasemen Eredivisie. Ajax menjalani delapan pertandingan di semua kompetisi tanpa kemenangan dan itu merupakan rekor terpanjang mereka dalam 69 tahun.

Namun, Ajax adalah klub dengan sejarah yang kaya dan budaya kemenangan yang kuat, dan mereka akan bertekad untuk bangkit kembali dari kemunduran ini.