Beberapa menit setelah pernyataan Marotta, sang pemain sayap pun memberikan komentarnya. Melalui media sosial, ia mengungkapkan hal berikut mengenai kegagalan memenuhi syarat kebugaran fisik yang membuat transfernya batal sebelum sempat terwujud:
“Mungkin saja kalian membenci sesuatu padahal itu baik untuk kalian, dan mungkin saja kalian menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kalian. Segala puji bagi Allah.”
Menandakan masa sulit yang sedang dialami pemain kelahiran 2004 ini, muncul kata-kata lain yang ditulis oleh seorang temannya, musisi Eyad Tannous, dan kemudian dibagikan kembali oleh sang pemain sendiri, seperti dilaporkan oleh FcInter1908.
Teman Khalaili menulis: “Aku tidak pernah percaya pada mata jahat, tapi setelah apa yang terjadi… sekarang aku percaya. Kamu bukan hanya teman kami dan orang yang kami sayangi: kamu adalah saudara kami dan pahlawan sejati kami. Saudaraku Anan… kamu adalah gunung yang tak dapat digoyahkan oleh angin apa pun. Semoga Tuhan memberimu kekuatan dan melindungimu. Semoga kamu terus membuat kami bangga, seperti yang selalu kamu lakukan. Mungkin sekarang kamu membenci hal ini, tetapi justru hal ini akan menjadi berkah bagimu.”