Freese melakukan penyelamatan krusial pada babak pertama, yang membuat AS tetap bertahan saat Belgia mengancam untuk menguasai permainan menjelang jeda. Namun pada babak kedua, segalanya berantakan.
Saat AS masih berjuang untuk tetap bertahan dalam pertandingan, Freese menerima bola di dekat tepi kotak penaltinya dan, di bawah tekanan Belgia, mencoba mempertahankan penguasaan bola alih-alih menghalau bola keluar dari area berbahaya. Keputusan tersebut justru berbalik merugikan. Ia kehilangan bola di depan gawang, sehingga Hans Vanaken dapat dengan mudah mencetak gol dan AS kebobolan gol ketiga yang menghancurkan semangat pada saat yang paling tidak tepat.
Untuk posisi yang tampaknya sudah cukup mapan di bawah Mauricio Pochettino, dengan Freese muncul sebagai kiper utama, perdebatan kini akan kembali terbuka menjelang siklus berikutnya. Kenyataannya, USMNT masih belum menemukan penerus sejati Tim Howard, yang menampilkan performa level bintang selama hampir dua dekade bersama tim nasional.
Posisi kiper telah menjadi salah satu pertanyaan terbesar bagi AS selama dua tahun terakhir. Belum ada kiper yang benar-benar menonjol di Eropa, dan di antara opsi-opsi yang berbasis di MLS, Freese bisa dibilang telah menunjukkan argumen terkuat. Beberapa orang akan berpendapat bahwa Matt Turner, yang sempat tampil cemerlang di Piala Dunia terakhir, layak mendapat kesempatan lebih lama, meskipun penampilannya bersama USMNT belakangan ini tidak konsisten — dan tidak selalu sepenuhnya menjadi kesalahannya.
Apakah jawabannya masih ada di dalam kelompok ini atau datang dari pemain muda di luar skuad saat ini, masih harus dilihat. Namun, jika USMNT ingin melangkah lebih jauh, ini adalah posisi yang harus mereka selesaikan.