Tonali meninggalkan St James’ Park sebagai pahlawan yang sangat dicintai, setelah membantu Newcastle mengakhiri penantian selama 70 tahun untuk meraih trofi besar dengan mengangkat trofi Carabao Cup pada tahun 2025. Perjalanannya di wilayah Timur Laut Inggris tidak luput dari tantangan, termasuk skorsing selama 10 bulan yang menjadi sorotan publik akibat pelanggaran terkait taruhan di awal masa baktinya, namun gelandang ini berhasil menjalin ikatan yang erat dengan para pendukung klub dan manajer Eddie Howe. Dalam pesan perpisahan yang penuh emosi, pemain internasional Italia ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mereka yang telah mendukungnya melalui pasang surut kariernya.
“Tiga tahun lalu saya datang ke Newcastle tanpa benar-benar tahu apa yang akan saya hadapi. Hari ini saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal dan sulit menemukan kata-kata yang tepat,” tulis Tonali.
“Saya ingin memulai dengan mengucapkan terima kasih kepada klub. Kepada orang-orang yang bekerja setiap hari di lapangan latihan dan tak terlihat oleh siapa pun, serta semua yang menyambut saya dan membuat saya merasa seperti di rumah sejak hari pertama. Terima kasih kepada staf dan rekan-rekan setim yang percaya pada saya dan membantu saya berkembang. Ucapan khusus untuk manajer, Eddie, yang menjadi sosok pembimbing sejati dan selalu mendukung saya sepanjang perjalanan ini.”
“Namun di atas segalanya, saya ingin berbicara langsung kepada para penggemar. Saat keadaan sulit bagi saya, kalian selalu ada di sana. Tak ada satu hari pun saya merasa sendirian. Saya merasakannya setiap kali berada di St James’ Park. Itu adalah sesuatu yang akan saya bawa sepanjang sisa hidup saya.”
“Bersama-sama, kita telah mencapai sesuatu yang telah ditunggu-tunggu kota ini selama puluhan tahun. Di Wembley hari itu, momennya sangat istimewa, sebuah momen bersejarah yang bisa kita bagikan bersama. Kepada para penggemar yang tak pernah berhenti percaya, yang tak pernah berhenti mendukung klub ini, yang selalu ada di masa-masa tersulit, trofi itu adalah untuk kalian.”
“Sepak bola yang membawa saya ke Newcastle. Hari ini saya pergi bersama istri dan putra kami, yang lahir selama saya berada di sini. Kota ini memberi saya lebih dari sekadar sepak bola. Kota ini memberi saya rumah, momen-momen yang akan selalu saya kenang, dan orang-orang yang akan selalu saya syukuri. Terima kasih atas segalanya.”