Salah satu penyebab paling umum dari alis yang menipis adalah pencabutan atau pencukuran berlebihan. Kebiasaan ini dapat merusak folikel rambut, dan jika diulang terus-menerus, kerusakan tersebut bisa menyebabkan penipisan permanen akibat jaringan parut.
Kesehatan rambut, termasuk alis, sangat bergantung pada nutrisi penting. Kekurangan vitamin, protein, seng, biotin, atau zat besi dapat menyebabkan penipisan dan kerontokan rambut di seluruh tubuh, termasuk alis. Kadar seng yang rendah secara khusus telah dikaitkan dengan penipisan alis. Selain itu, asupan yodium yang tidak seimbang (kekurangan atau kelebihan) juga dapat berkontribusi pada masalah ini.
Beberapa kondisi kulit, seperti eksim, psoriasis, atau dermatitis seboroik, dapat memengaruhi alis dengan menyebabkan peradangan pada folikel rambut. Eksim, misalnya, menyebabkan kemerahan, gatal, pengelupasan, dan kulit menebal, yang jika digaruk dapat merusak atau melemahkan folikel rambut. Infeksi jamur seperti tinea capitis (kurap) juga dapat menyebabkan penipisan alis jika muncul bercak merah dan seperti cincin di area tersebut.
Selain itu, kondisi medis dan autoimun juga berperan. Hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) sering menyebabkan penipisan rambut alis bagian luar, sementara hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif) dapat menyebabkan kerontokan rambut yang lebih luas. Alopecia areata adalah kondisi autoimun umum yang terkait dengan kerontokan rambut bercak-bercak, dan lupus eritematosus dapat menyebabkan peradangan serta jaringan parut yang merusak folikel rambut. Stres kronis, kurang tidur, dan pola makan yang buruk juga dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut, mendorong folikel ke fase istirahat, dan memicu kerontokan rambut yang disebut telogen effluvium.