Madrid –
Luis Figo menilai pergantian pelatih bikin Real Madrid tak stabil. Hal tersebut membuat El Real kini terancam tanpa gelar dalam dua musim terakhir.
Real Madrid terancam tanpa gelar di musim ini. Mereka tersingkir di 16 besar Copa del Rey, lalu juga baru saja terhenti di Liga Champions pada perempatfinal.
Pada Piala Super Spanyol, Madrid juga kalah dari Barcelona. Peluang satu-satu Los Blancos meraih trofi adalah di LaLiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, upaya meraih gelar LaLiga musim ini terbilang berat. Pasalnya Madrid saat ini masih berada di urutan kedua tertinggal sembilan angka dari Barcelona di puncak klasemen.
Jika gagal juara LaLiga musim ini, El Real dipastikan tanpa gelar di kompetisi utama dalam dua musim terakhir. Pada musim lalu, Madrid bisa meraih dua gelar tapi hanya di ajang Piala Super Spanyol dan FIFA Intercontinental Cup. Kondisi ini terbilang krisis untuk Madrid yang punya reputasi sebagai klub yang gemar mengoleksi trofi.
Legenda Madrid, Luis Figo, mengakui mantan timnya dalam situasi yang kurang baik. Pergantian pelatih bikin Madrid tak stabil di musim ini.
Madrid awalnya menunjuk Xabi Alonso sebagai pengganti Carlo Ancelotti di awal musim ini.Namun Alonso tak bertahan lama karena masalah di ruang ganti hingga kini kursi pelatih Madrid diduduki oleh Alvaro Arbeloa.
Pria asal Portugal ini berharap Madrid merespon situasi sulit ini dengan baik. Hal ini harus bisa jadi motivasi untuk Madrid kembali meraih gelar.
“Ketika pelatih berganti, tim menjadi tidak stabil dan orang-orang mulai mencari seseorang untuk disalahkan. Bagi salah satu klub terbaik di dunia, dua tahun tanpa gelar juara sangat mengkhawatirkan,” ujar Figo dikutip dari Mundo Deportivo.
“Madrid terbiasa menang. Tentu saja, Anda tidak bisa menang setiap saat; itu akan terlalu mudah ditebak. Tim lain juga memiliki ambisi. Tetapi di Madrid, tekanan selalu lebih keras. Sekarang orang-orang akan membicarakan pelatih, siapa yang bersalah, dan masalah lain yang tidak dibahas di dalam ruang ganti,” jelasnya.
(pur/bay)