Jakarta (ANTARA) – Televisi Republik Indonesia (TVRI) menjadikan media center Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Indonesia 2022 sebagai acuan untuk media center TVRI selama Piala Dunia 2026.
“Berkaca pada keberhasilan media center KTT G20, kami di TVRI telah berdiskusi dan memutuskan untuk menjadikannya sebagai acuan dalam menyiapkan media center Piala Dunia,” ujar Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI Ezki Suyanto, dikutip dari keterangan resmi PSSI, Senin.
Di KTT G20, media center yang beroperasi pada 13–17 November 2022 itu dianggap sebagai salah satu yang terbaik selama penyelenggaraan kegiatan dengan ruangan yang dapat menampung 1.500 jurnalis.
Di sana ada banyak fasilitas mulai dari layar LED berukuran besar, akses internet supercepat, perangkat komputer, ruang siaran, petugas tempat wartawan bertanya, ruang makan, hingga tempat refleksi.
Media center KTT G20 juga terhubung dengan situs yang menyediakan rilis hingga bank foto dan video yang siap pakai. Keberadaan media center itu pun mendapat banyak apresiasi dari jurnalis nasional dan internasional.
Berkaca dari hal itu, Eki menyebut TVRI nantinya menyediakan media center Piala Dunia yang ruangannya dapat melayani 200-250 jurnalis.
“Skala kapasitasnya memang lebih kecil dibandingkan G20. Namun dari sisi fasilitas dan cara kerja, kami mengadopsi standar yang sama,” kata Ezki yang saat KTT G20 menjabat sebagai koordinator media center.
Baca juga: TVRI siapkan media center dukung siaran Piala Dunia 2026
Ezki pun berharap, adanya media center bisa membantu para jurnalis dari berbagai media untuk mendapat informasi secara cepat dan akurat. Lebih dari itu, TVRI juga ingin menghadirkan pengalaman peliputan yang berbeda dari pengalaman penyiaran Piala Dunia sebelum-sebelumnya.
“TVRI ingin mengajak rekan-rekan media untuk bisa memberikan wow effect (efek kejut) pada produk rilis dan konten yang dihasilkan. Sebab, media center TVRI akan menyajikan informasi yang tidak hanya berfokus pada pertandingan. Akan ada berbagai konten cerita di baliknya, seperti suasana masyarakat sekitar stadion, cerita dari suporter, hingga momen-momen saat pelatih memberikan instruksi dan marah-marah di ruang ganti tim. Seluruh materi ini dapat diakses melalui media center,” tutur Ezki.
Di media center itu, para jurnalis juga dapat berdiskusi dan melakukan wawancara dengan komentator sepak bola yang hadir pada setiap pertandingan, sehingga memperkaya perspektif dan kedalaman pemberitaan.
“Nantinya media center akan beroperasi selama 24 jam sebagai pusat produksi dan peliputan. TVRI sangat terbuka dan siap menyambut kehadiran teman-teman jurnalis dari berbagai media,” kata Ezki.
Sebelumnya dalam konferensi pers Piala Dunia pada 25 Maret 2026, Plt. Direktur Utama TVRI Rika Damayanti menjelaskan bahwa media center Piala Dunia 2026 TVRI dibuka pada 11 Juni-19 Juli 2026 atau selama turnamen berlangsung.
“Media center ini adalah bagian yang kami bangun untuk menjadi tempat bekerja kawan-kawan media pada saat nanti pertandingan mulai dari Juni sampai dengan Juli,” ujar Rika.
TVRI memberlakukan sistem registrasi bagi jurnalis yang dapat mengakses media center. TVRI akan terlebih dahulu menyampaikan undangan secara resmi kepada pimpinan media untuk kemudian mengirimkan perwakilannya yang ditugaskan bekerja dari media center.
Baca juga: TVRI siarkan tiga pertandingan persahabatan menjelang Piala Dunia 2026
Baca juga: TVRI ajak masyarakat nikmati Piala Dunia 2026 tanpa taruhan
Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.