Absennya Boris Kopitovic dan belum siapnya rekrutan anyar Diego Campos sebenarnya membuka peluang bagi Jens Raven untuk tampil sejak menit pertama. Namun, pelatih Bali United Johnny Jansen mengambil keputusan berbeda.
Pelatih asal Belanda itu memilih menerapkan skema false nine dengan mengandalkan Thijmen Goppel, Jordy Bruijn, dan Mirza Mustafic untuk menekan lini pertahanan Semen Padang. Di sisi lain, Bali United juga kehilangan Tim Receveur sehingga Kadek Agung Widnyana Putra dimainkan sebagai gelandang bertahan, meski posisi aslinya adalah gelandang tengah.
Johnny Jansen menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah kesalahan strategi. Ia mengklaim skema serupa pernah diterapkan sebelumnya dan berjalan dengan baik.
“Kami sudah coba terapkan skema ini sebelumnya. Jordi kami mainkan dengan skema false nine dan berjalan baik. Kadek Agung juga bisa berposisi sebagai pemain nomor enam,” jelas Johnny Jansen.
Menurutnya, masalah utama Bali United justru terletak pada aspek mentalitas di babak pertama, bukan pada pendekatan taktik.
“Jadi ini bukan kesalahan strategi. Di babak pertama, kami tekankan bahwa mentalitas pemain tidak bagus untuk mau duel dan memenangkan pola dengan pemain lawan,” tutupnya.
Hasil imbang ini membuat Bali United kembali kehilangan poin penting, sementara Jens Raven harus kembali menelan kenyataan pahit, mencetak gol krusial yang belum mampu menghadirkan senyum penuh di akhir laga.