Jakarta (ANTARA) – Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa menegaskan bahwa komite yang dipimpinnya tidak berhak menghukum pemain atau memberikan rekomendasi hukuman kepada pemain yang dinilai melakukan tindakan tidak pantas.
Salah satu contoh kasus adalah tindakan pemain Persija Jakarta Ryo Matsumura. Pemain asal Jepang itu diskors empat pertandingan dan dijatuhi denda Rp50 juta oleh Komite Disiplin PSSI akibat gesture kurang pantas sang pemain pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 melawan Semen Padang pada 22 Desember 2025.
Ryo juga diketahui melontarkan kata-kata kurang pantas terhadap wasit Steven Yubel Poli di lorong pemain selepas pertandingan tersebut.
“Sebenarnya, wasit kami bertugas memberikan laporan yang jujur. Komite Wasit, kami, tidak memiliki hak untuk terlibat dalam hukuman kepada pemain,” kata Ogawa saat ditemui di GBK Arena, Jakarta, Rabu.
“Komite Disiplin yang membuat keputusan, berapa banyak skors pertandingan yang diterima seorang pemain. Pihak kami bertanggung jawab untuk meminta laporan dengan fakta yang jujur,” lanjutnya.
Ryo pun sudah mulai menjalani skors yang diberikan kepadanya. Ia tidak bermain saat Persija tampil melawan Bhayangkara FC pada pertandingan tunda BRI Super League pada 29 Desember 2025.
Mantan pemain Persis Solo itu juga absen pada pertandingan Persija melawan Persijap Jepara pada 3 Januari, serta Persib Bandung pada 11 Januari. Ia tinggal menjalani skors satu laga lagi yakni saat Macan Kemayoran menjamu Madura United pada Jumat (21/1).
Baca juga: Wasit asing kembali didatangkan pada putaran kedua Super League
Baca juga: Berguinho tegaskan siap bekerja lebih keras pada putaran kedua
Baca juga: Persik Kediri bidik penyerang untuk penuhi kuota pemain asing
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.